Tuesday, June 23, 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Harga Emas Melemah, Pasar Cermati Perdamaian Timur Tengah dan Arah The Fed

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dibuka melemah ke level US$4.192 per troy ons pada perdagangan pagi ini di tengah perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang tengah berlangsung di Swiss. Harapan tercapainya kesepakatan yang lebih permanen mendorong ekspektasi bertambahnya pasokan minyak global, sehingga menekan harga minyak mentah dan mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi energi. Pemerintah AS juga memberikan keringanan sanksi terhadap Iran selama 60 hari sebagai bagian dari proses diplomasi yang sedang berlangsung. Selain itu, laporan mengenai penurunan intensitas konflik di Lebanon turut memperkuat optimisme bahwa risiko geopolitik di Timur Tengah mulai mereda.


Penurunan harga minyak memberikan dukungan bagi pasar keuangan global karena berpotensi mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya meningkat akibat gangguan pasokan energi. Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran telah menciptakan fondasi yang konstruktif menuju kesepakatan damai final, meskipun sejumlah isu utama, termasuk program nuklir Iran, masih menjadi pembahasan lanjutan. Kondisi ini membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko lonjakan harga energi yang selama beberapa bulan terakhir menjadi salah satu pendorong utama inflasi global. Namun demikian, ruang kenaikan harga emas masih relatif terbatas karena sentimen geopolitik yang mereda juga cenderung mengurangi permintaan aset safe haven.


Dari sisi kebijakan moneter, perhatian investor tetap tertuju pada prospek suku bunga Federal Reserve. Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember 2026 meningkat menjadi 89%, dibandingkan 61% sebelum rapat The Fed pekan lalu. Selain itu, proyeksi terbaru menunjukkan 9 dari 19 pejabat Federal Reserve masih memperkirakan perlunya kenaikan suku bunga tambahan tahun ini guna memastikan inflasi kembali menuju target. Pelaku pasar juga menantikan sejumlah data ekonomi AS dalam beberapa pekan mendatang.


Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.144 hingga $4.098, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.229 hingga $4.268. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.013, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.353.

Monday, June 22, 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Minyak Meredup Pasca AS Cabut Sementara Sanksi Iran

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga minyak hari ini terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen dari pencabutan sementara sanksi AS terhadap Iran, gencatan senjata di Lebanon, dan proyeksi pesimis terbaru dari Goldman Sachs.


Departemen Keuangan AS pada hari Senin mengumumkan pencabutan sementara sanksi terhadap Iran, yang memungkinkan Teheran untuk memproduksi, menjual, dan mengirimkan minyak mentah dan produk terkait hingga 21 Agustus. Pencabutan sanksi tersebut juga berlaku untuk semua layanan terkait, termasuk transaksi perbankan, asuransi, dan transportasi. Keputusan Departemen Keuangan itu menyusul pernyataan dari Wakil Presiden JD Vance yang mengatakan bahwa Iran telah setuju untuk mengizinkan inspektur nuklir kembali paling cepat minggu ini.


Dari Timur Tengah, gencatan senjata yang mulai terlihat sejak Sabtu malam sebagian besar masih berlanjut, kata seorang pejabat senior Lebanon pada hari Senin, yang sekaligus menandai jeda pertempuran terpanjang dalam tiga bulan perang antara Hizbullah dan Israel. Meski demikian, pejabat itu juga mengatakan bahwa masih ada kekhawatiran bahwa perang akan kembali terjadi yang membuat para pengungsi enggan pulang.


Turut membebani harga, Goldman Sachs mengatakan percepatan adopsi kendaraan listrik (EV) pasca guncangan pasokan minyak terkait Hormuz dapat mengurangi permintaan minyak global hingga 320.000 bph pada Desember 2027. Bank investasi terkemuka dunia itu mengatakan penjualan mobil listrik global meningkat 3,4% atau mencapai 26,1% pada bulan Mei — level tertinggi kedua yang pernah ada.


Sementara itu, kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dikelola oleh Teheran, di mana Iran dan AS sepakat pada hari Senin untuk membangun jalur komunikasi guna menjaga jalur pelayaran vital tetap terbuka dan mengakhiri pertempuran di Lebanon, ungkap laporan media pemerintah pada hari Selasa.


Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $71 per barel.

Solid Gold Berjangka Makassar | Pertemuan AS - Iran Berakhir Positif, Harga Minyak Ikut Tergerus

 Solid Gold Berjangka Makassar - mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh sentimen pasca disepakatinya nota kesepahaman AS - Iran dalam pertemuan yang dimediasi Qatar dan Pakistan pada hari Minggu. Meski demikian, pengumuman penutupan kembali Selat Hormuz dan peringatan keras pemimpin Hizbullah berpotensi menjadi katalis yang kembali mendorong harga kembali bullish.


Menteri Energi AS Chris Wright pada hari Minggu memperkirakan harga minyak akan terus turun seiring dengan lalu lintas minyak melalui Selat Hormuz yang sudah kembali normal. Komando Pusat AS melaporkan sebanyak 55 kapal dagang melintasi selat tersebut pada hari Sabtu, mengangkut lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar global.


Turut membebani harga, pembicaraan antara AS dan Iran di Swiss pada hari Minggu berakhir dalam suasana positif dan konstruktif, kata para mediator Qatar dan Pakistan. Selain itu, AS dan Iran sepakat menetapkan peta jalan menuju kesepakatan akhir dalam waktu 60 hari, dan membentuk Komite Tingkat Tinggi untuk memastikan implementasi dari nota kesepahaman yang telah ditandatangani AS- Iran. Pembicaraan teknis akan berlanjut selama sisa minggu ini di Swiss, tambah para mediator.


Sementara itu, jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz dilaporkan mengalami penurunan tajam pada hari Minggu pasca Teheran mengumumkan kembali menutup jalur tersebut sebagai tanggapan terhadap serangan Israel di Lebanon. Sebanyak 12 kapal melintasi selat pada hari Minggu, turun dari 35 transit pada hari sebelumnya, analisis oleh perusahaan intelijen maritim Windward menunjukkan pada hari Minggu.


Dukungan lainnya datang dari pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, yang pada hari Minggu menyatakan menolak adanya zona keamanan Israel di Lebanon, dan memperingatkan bahwa kelompok tersebut akan menanggapi setiap pelanggaran dari pihak Israel. Komentar Qassem itu menyusul pernyataan dari para pejabat Israel yang mengatakan bahwa pasukan Israel bebas bertindak tanpa batasan untuk menghilangkan ancaman di Lebanon meskipun ada gencatan senjata yang disepakati yang mulai berlaku pada hari Jumat.


Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $73 per barel.

Tuesday, June 9, 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Turun, Data Tenaga Kerja AS Perkuat Ekspektasi Suku Bunga Tinggi

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dibuka melemah di level US$4.321 per troy ons melemah melanjutkan tren koreksi yang dipicu oleh menguatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat di Amerika Serikat. Tekanan meningkat setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Mei yang melampaui ekspektasi pasar. Sejumlah pejabat Federal Reserve, termasuk Presiden Cleveland Fed Beth Hammack, menegaskan bahwa pasar tenaga kerja masih berada dalam kondisi yang mendekati full employment, sementara tekanan inflasi yang masih tinggi dapat membuka ruang bagi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut apabila diperlukan.


Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Indeks Bloomberg Dollar Spot tercatat naik 0,1%, melanjutkan kenaikan sekitar 1,1% sepanjang pekan sebelumnya. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas karena meningkatkan biaya peluang memegang emas. Selain itu, kenaikan harga minyak akibat memanasnya kembali konflik di Timur Tengah turut memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi global. Iran dilaporkan meluncurkan beberapa gelombang rudal ke wilayah Israel sebagai respons atas meningkatnya ketegangan regional, sementara upaya diplomasi yang didorong Presiden Donald Trump masih terus berlangsung.


Meski demikian, penurunan harga emas masih mendapat penopang dari permintaan bank sentral global. People’s Bank of China (PBoC) dilaporkan kembali menambah cadangan emas sekitar 10 ton pada bulan lalu. Permintaan institusional tersebut menunjukkan bahwa diversifikasi cadangan devisa ke aset emas masih berlanjut di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada data Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan rilis pekan ini.


Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.265 hingga $4.203, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.435 hingga $4.543. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.033, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.713.

Sunday, June 7, 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Negosiasi AS-Iran Masih Buntu, Harga Emas Tertekan

 Solid Gold berjangka Makassar - Harga emas dibuka melemah di level US$4.474 per troy ons seiring meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek suku bunga AS. Sentimen pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah setelah kelompok Hezbollah yang didukung Iran menolak proposal gencatan senjata baru di Lebanon, sementara Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah tersebut. Di saat yang sama, pernyataan yang saling bertolak belakang dari AS dan Iran terkait kemajuan negosiasi turut meningkatkan ketidakpastian pasar dan menjaga premi risiko geopolitik tetap tinggi.


Di tengah berlanjutnya ketegangan kawasan, pasar juga mencermati dampaknya terhadap harga energi global. Kenaikan harga minyak berpotensi memperkuat tekanan inflasi global dan mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Selain itu, data menunjukkan dana berbasis emas fisik (ETF) di India mencatat arus keluar bersih bulanan pertama dalam satu tahun pada Mei, mencerminkan aksi ambil untung investor setelah reli harga emas dalam beberapa bulan terakhir.


Dari sisi kebijakan moneter, sejumlah pejabat Federal Reserve masih menyampaikan pandangan yang cenderung hawkish. Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid menyatakan opsi mempertahankan atau kembali menaikkan suku bunga masih terbuka apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten menuju target 2%. Sementara itu, Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly menegaskan arah kebijakan akan sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi. Fokus pasar kini tertuju pada rilis Nonfarm Payrolls (NFP) AS periode Mei yang diperkirakan menjadi indikator penting dalam menentukan ekspektasi suku bunga The Fed ke depan.


Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.427 hingga $4.379, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.519 hingga $4.563. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.287, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.655.

Wednesday, May 6, 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Emas Menguat Didukung Aksi Beli dan Koreksi Harga Minyak

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dibuka menguat ke level US$4.552 per troy ons, ditopang oleh aksi beli serta pelemahan terbatas dolar AS, di tengah sentimen geopolitik yang masih dinamis. Ketegangan di Timur Tengah tetap tinggi setelah Uni Emirat Arab dilaporkan menjadi target serangan rudal dan drone Iran, sementara upaya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz masih diwarnai baku tembak. Meski demikian, pernyataan otoritas AS yang mengindikasikan gencatan senjata masih berlangsung serta sinyal de-eskalasi, termasuk penghentian sementara operasi militer turut meredakan tekanan di pasar energi. Harga minyak tercatat terkoreksi meskipun masih berada pada level tinggi secara historis akibat gangguan pasokan sejak akhir Februari.


Dari sisi makroekonomi, penurunan harga energi memberikan ruang bagi meredanya ekspektasi inflasi yang pada gilirannya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, penguatan emas tetap terbatas mengingat ekspektasi suku bunga tinggi masih membayangi. Kombinasi antara inflasi yang dipicu energi dan sikap hati-hati The Fed berpotensi menunda siklus pelonggaran moneter. Data terbaru menunjukkan defisit perdagangan AS melebar pada Maret, mencerminkan peningkatan impor, sementara pelaku pasar juga mencermati arah dolar AS dan imbal hasil obligasi sebagai faktor kunci.


Ke depan, fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) April, serta indikator pendukung seperti ADP dan tingkat pengangguran yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed dalam jangka pendek. Dengan demikian, pergerakan emas diperkirakan tetap fluktuatif dalam kisaran saat ini, dipengaruhi oleh dinamika geopolitik di Selat Hormuz, arah harga energi, serta ekspektasi kebijakan moneter global.


Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.518 hingga $4.479, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.591 hingga $4.625. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.406, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.698.

Tuesday, May 5, 2026

Solid Gold Berjangka Makassar | Konflik Hormuz Memanas, Harga Emas Turun di Tengah Lonjakan Dolar

 Solid Gold Berjangka Makassar - Harga emas dibuka melemah ke level US$4.520 per troy ons, seiring meningkatnya tekanan dari penguatan dolar AS dan eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan kembali memanas setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat serangan lanjutan di kawasan Teluk, termasuk aksi militer AS yang menghancurkan enam kapal kecil Iran serta mencegat rudal dan drone. Di sisi lain, Iran dilaporkan menyerang kapal di Selat Hormuz dan membakar fasilitas pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab, menandai eskalasi terbesar sejak gencatan senjata beberapa pekan lalu.

Dari sisi makro, lonjakan harga energi kembali memicu kekhawatiran inflasi yang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama. Penguatan indeks dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkatkan opportunity cost kepemilikan emas, sehingga menekan permintaan. Sejumlah institusi, termasuk Barclays bahkan mulai memperkirakan tidak adanya pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang 2026, sejalan dengan sikap bank sentral yang cenderung hawkish pasca keputusan suku bunga pekan lalu. Namun, pernyataan Presiden The Fed New York John Williams yang membuka peluang pelonggaran jika inflasi mereda memberikan sedikit penyeimbang sentimen pasar.

Ke depan, pelaku pasar cenderung mengadopsi pendekatan wait and see dengan fokus pada rilis data ketenagakerjaan AS, termasuk JOLTS, ADP payroll, dan nonfarm payroll April yang akan menjadi indikator kunci arah kebijakan moneter selanjutnya. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga, emas menunjukkan dinamika yang tidak sepenuhnya mencerminkan fungsi tradisionalnya sebagai safe haven, karena tekanan likuiditas dan tingginya suku bunga justru mendorong rotasi ke aset berbasis yield.

Secara teknikal, level support terdekat untuk harga emas berada di kisaran $4.474 hingga $4.423, sedangkan resistance terdekat terletak di $4.602 hingga $4.679. Jika tekanan jual meningkat, support lebih dalam terlihat di $4.295, sementara resistance jangka menengah berada di area $4.807.